Setelah sebelumnya saya konsultasi dengan dr. Ika, pulang dari rumah sakit otak saya langsung bikin schedule tentang hal-hal apa saja yang harus saya lakukan demi menstruasi yang lancar hahaha. Target saya saat ini bukan program hamil dulu, tapi membereskan hal-hal nggak sehat yang ada dalam tubuh saya. Bagi saya, untuk bisa hamil rasanya masih jauh mengingat dokter sudah memvonis saya dengan PCOS, kalau baca-baca di internet ngeri juga lho PCOS ini. Tapi saya nggak mau patah semangat sih, karena saya yakin semua udah diatur Allah, anak itu ya rejeki-rejeki-an. Kalau memang sudah rejeki, mau sakit apapun ketika Allah menakdirkan kita untuk punya anak, pasti bakal punya kok. Itu afirmasi positif yang selalu saya ingat ketika saya mulai galau karena kata-kata PCOS ini. Saya mulai ubah hal sehari-hari yang saya lakukan dari yang sebelumnya nggak banyak gerak, jadi lebih aktif. Well.. Dari semua anjuran dokter, yang paling berat buat saya tuh olahraga, karena saya paling males yang namanya olahraga hahaha. Sebenarnya bisa sih olahraga pas weekend, tapi buat saya weekend tuh waktunya males-malesan, waktunya bangun siang karena kalau weekdays kan saya harus selalu bangun sebelum subuh buat siap-siap berangkat ke kantor.
Hal pertama yang saya ubah dari kebiasaan sebelumnya adalah berangkat ke kantor. Saya berangkat ke kantor biasanya naik kendaraan pribadi atau bareng teman yang rumahnya nggak jauh dari tempat saya tinggal. Jadi kami janjian di suatu tempat buat berangkat bersama. Nah biasanya kalau saya lagi bareng teman, Simas selalu antar saya ke tempat janjian itu. Tapi semenjak niat hidup sehat (hahaha) akhirnya saya selalu jalan sendiri ke tempat janjian dengan cara berjalan kaki dahulu lalu naik Transjakarta selanjutnya lanjut berjalan kaki lagi untuk bisa sampai ke tempat bertemu dengan teman saya. Ya intinya saya jadi ambil jalur yang agak ribet dari yang biasanya. Habis kalau nggak begitu, badan saya nggak gerak, di kantor saya lebih sering duduk manis di depan monitor dari pada berjalan kesana kemari. Weekend pun saya sempatkan untuk bangun pagi, jalan pagi ke sekitar komplek lanjut lari-lari santai di taman sambil melihat ibu-ibu senam SKJ disana.
Saya juga mulai membatasi pola makan. Biasanya saya nggak pernah kasih limit ke jam makan, tapi sekarang saya mulai membatasi maksimal makan itu jam 7 malam. Di atas jam 7 cuma boleh makan buah/jus tanpa gula. Kalau mau manis ya tambahkan madu. Makanan yang saya konsumsi juga mulai berubah. Saya nggak pernah makan nasi putih lagi, karbo saya ganti dengan kentang rebus. Untuk persiapan sarapan, malamnya saya potong2 kentang bentuk dadu lalu disimpan di kulkas, paginya saya tinggal rebus kentang tersebut lalu setelah ditiriskan, si kentang saya campurkan 2 sendok EVOO dan oregano lalu dimakan dengan lauknya deh. (lauknya tetap mertua yang bikin sih hehehe). Untuk makan malamnya saya nggak rebus kentang, saya hanya makan lauk saja.
Kadang saya juga menerapkan JSR (Jurus Sehat Rasulullah) untuk kelancaran menstruasi saya. Yang paling sering saya konsumsi resep JSR yang ini: EVOO + Kurma (jumlah ganjil. Saya biasa pakai 3 kurma) + Madu. Saya juga sering bikin chia seed campur madu dan almond milk. Saya rendam semalaman untuk sarapan besok paginya. Enak lho ternyata!
Kebiasaan baru ini sudah berjalan 6 bulan hingga tiba waktunya saya dan Simas pindah rumah. Kami pindah ke lokasi yang nggak terlalu jauh dari kantor saya, tapi rumahnya bukan di dalam komplek, semacam di pinggir jalan jadi agak susah juga untuk mulai rutinitas olahraga weekendnya (hahaha alesan aja), akhirnya bubar jalan deh olahraganya, jadi saya hanya melanjutkan rutinitas makan sehat aja. Tapi karena mulai bosan sama kentang saya ganti ke beras merah organik, karena rasanya masih lebih enak dibandingkan beras merah biasa. Kelanjutan ceritanya ada di post yang terbaru yaa..
Photo Credit: @brookelark
Saya juga mulai membatasi pola makan. Biasanya saya nggak pernah kasih limit ke jam makan, tapi sekarang saya mulai membatasi maksimal makan itu jam 7 malam. Di atas jam 7 cuma boleh makan buah/jus tanpa gula. Kalau mau manis ya tambahkan madu. Makanan yang saya konsumsi juga mulai berubah. Saya nggak pernah makan nasi putih lagi, karbo saya ganti dengan kentang rebus. Untuk persiapan sarapan, malamnya saya potong2 kentang bentuk dadu lalu disimpan di kulkas, paginya saya tinggal rebus kentang tersebut lalu setelah ditiriskan, si kentang saya campurkan 2 sendok EVOO dan oregano lalu dimakan dengan lauknya deh. (lauknya tetap mertua yang bikin sih hehehe). Untuk makan malamnya saya nggak rebus kentang, saya hanya makan lauk saja.
Kadang saya juga menerapkan JSR (Jurus Sehat Rasulullah) untuk kelancaran menstruasi saya. Yang paling sering saya konsumsi resep JSR yang ini: EVOO + Kurma (jumlah ganjil. Saya biasa pakai 3 kurma) + Madu. Saya juga sering bikin chia seed campur madu dan almond milk. Saya rendam semalaman untuk sarapan besok paginya. Enak lho ternyata!
Kebiasaan baru ini sudah berjalan 6 bulan hingga tiba waktunya saya dan Simas pindah rumah. Kami pindah ke lokasi yang nggak terlalu jauh dari kantor saya, tapi rumahnya bukan di dalam komplek, semacam di pinggir jalan jadi agak susah juga untuk mulai rutinitas olahraga weekendnya (hahaha alesan aja), akhirnya bubar jalan deh olahraganya, jadi saya hanya melanjutkan rutinitas makan sehat aja. Tapi karena mulai bosan sama kentang saya ganti ke beras merah organik, karena rasanya masih lebih enak dibandingkan beras merah biasa. Kelanjutan ceritanya ada di post yang terbaru yaa..
Photo Credit: @brookelark

No comments:
Post a Comment