18 August, 2020

Cerita Kehamilan: Pengecekan Retina Mata

 

Setelah dapat advise untuk cek mata, akhirnya Sabtu pagi saya dan Simas meluncur ke KMN Lebak Bulus (Klinik Mata Nusantara). Saya udah sempat googling sebelumnya, kira-kira apa aja sih yang akan dilakukan untuk pengecekan retina, tapi ternyata beda rumah sakit ada beberapa perbedaan metode pengecekan.

Saya sudah daftar by phone seminggu sebelumnya soalnya takut antri. Sampai sana saya registrasi ulang lalu dilakukan lah pengecekan awal. Yang pertama di cek itu minus mata, pakai alat yang kayak di optik-optik itu lho. Cek kedua saya dibawa ke sebuah ruangan lalu dilakukan tes baca, tapi sebelum tes baca mata saya ditetesin cairan yang sedikit perih, katanya sih cairan itu untuk memperbesar pupil, dan diwanti-wanti penglihatan akan menjadi silau selama 3 sampai 4 jam kedepan. Pengecekan ketiga adalah foto saraf mata. Jadi nanti mata kita dihadapkan ke sebuah alat, kita disuruh lihat ke titik hijau gitu nanti kayak ada flash lewat. Silau bener pemirsa, saya sampe mengerjap-ngerjap setelah sesi foto itu hahaha. Nah setelah selesai semua pengecekan baru deh saya antri buat ketemu dengan dokter spesialis retinanya, Saat menunggu antrian mata saya kembali ditetesi cairan yang membuat pupil mata membesar itu. Total 2x saya ditetesin cairan tersebut, tapi untuk yang terakhir ini rasanya lebih perih dan pahit di mulut. Setelah masuk ke ruangan, saya disuruh duduk di alat apa itu engga tau namanya, mirip bangku yang di dokter gigi, terus lampu semua dimatikan, dokter pakai ikat kepala yang ada senternya gitu terus pegang semacam loop kecil, mata kita di sorot pakai senter terus disuruh lirik kanan kiri atas bawah. Udah gitu aja. Selesai diperiksa dokter kasih kesimpulan kalau retina saya bagus, tidak ada yang bolong atau robek, memang tentunya retina saya tipis karena orang yang minusnya tinggi pasti retinanya tipis, tapi beliau bilang retina saya OK jika ingin melakukan persalinan pervaginam. Fyuh lega. Meskipun sebenarnya dengan metode apapun saya melahirkan nggak ada masalah sih, yang penting saya dan bayi di kandungan saya sehat nantinya. Tapi karena memang obgyn saya tipe yang pro normal banget, jadi ya udah saya ikutin aja hahaha. Sampai rumah saya chat Dokter Jo dengan melampirkan hasil pengecekan mata saya, beliau bilang berarti sudah final kalau saya bisa melahirkan pervaginam, sekarang yang harus saya lakukan mengurangi karbo dan gula agar bayinya tidak kegedean nantinya. 

Untuk yang tanya berapa biaya pemeriksaan retina di KMN, siapkan saja 1 juta Rupiah, itu sudah mencakup segala pengecekan dan pemeriksaan ke dokter spesialis retinanya. Oh iya satu lagi, saya nggak dikasih resep apapun ya, hanya pemeriksaan saja.

No comments: